Biografi Brigadir Jenderal TNI Kemal Hendrayadi, S.I.P

  • Whatsapp

(gayabekasi.com) – Bekasi, Brigadir Jenderal TNI Kemal Hendrayadi, S.I.P (lahir di Bogor, Jawa Barat, 16 Juni 1963 umur 56 Tahun), adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Waaslat Kasad Bid. Renlat sejak 9 April 2020.

Kemal merupakan lulusan Akademi Militer Angkatan Darat tahun 1988. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakapuskersin TNI.

KEHIDUPAN

Kemal Hendrayadi adalah putra ke-4 dari pasangan H. Tasmin Salam, seorang Perwira Polisi dan Hj. Jaenab. Merupakan cucu dari Tokoh Kyai sekaligus Pejuang Kemerdekaan asal Bekasi, KH. Abdul Hamid. Dia menikah dengan Hj. Umi Kulsum. Pernikahannya dengan sang istri dikaruniai 4 orang anak.

KARIER

Setelah lulus dari Akademi Militer Angkatan Darat serta menempuh Pendidikan kecabangan SUSSARCAB Infanteri dan dilantik sebagai Perwira TNI AD dengan pangkat Letda pada 1988, Kemal mengawali kariernya sebagai DANTON YONIF 507. Selanjutnya, Ia menjabat sebagai DANTON 3 KIPAN C/507 pada 1988 dan sebagai DANTON 2 KIPAN C/507 pada 1991. Diawal masa baktinya tersebut Ia turut ditugaskan pada Ops TIM-TIM tahun 1991.

Pada 1992, kariernya meningkat dan dilantik menjadi Lettu setelah kepulangannya dari penugasan Ops TIM-TIM. Penghargaan Student of Merit juga dianugrahkan kepadanya oleh Angkatan Bersenjata Australia saat Ia menjadi salah satu peserta didik Combat Instructor Course di Australia pada tahun 1994.  Selepas itu, di tahun yang sama, Ia menjabat sebagai KASI-2/OPS YONIF 511.

Setahun kemudian, pada 1995 Ia dilantik sebagai Kapten TNI AD dan ditugaskan sebagai Staf MILOBS KONGA XVII B Philippina dibawah pimpinan Brigjen Kivlan Zein. Setelahnya, Ia sempat menduduki beberapa jabatan Perencanaan Operasional dan Latihan di Angkatan Darat hingga ia dilantik sebagai Mayor TNI AD dengan menempati jabatan sebagai Wadanyon 751/VJS pada tahun 1999. Bersamaan dengan masa jabatan ini pula Ia tergabung dalam Ops Rajawali Yakhti Irian Jaya serta menjalani penugasan Indonesia – Papua Niugini Join Border Area Security. Disusul pada tahun 2001, Ia pun terlibat pada pengamanan saat terjadinya kerusuhan di sekitar wilyah Jayapura dan Sentani akibat meninggalnya Theys Eluay, salah satu Tokoh Masyarakat Papua.

Selanjutnya, Ia juga menjabat beberapa posisi Administrasi di Angkatan Darat hingga tahun 2003.

Pada tahun 2003, Ia terpilih sebagai salah satu peserta didik pada Cadet Exchange Program dengan Australia, lalu di tahun 2004, pangkatnya naik menjadi Letnan Kolonel TNI AD dengan menjabat sebagai Danyonif 725/WRG.

Kemal kembali menjalani tugas operasi militer di tahun 2005 pada OPS Nangroe Aceh Darussalam.

Selepas operasi milier, pada tahun 2006 Ia menjabat sebagai DANSECATA B RINDAM VII/WRB, dan selanjutnya menjabat sebagai DANDIM 1422/MAROS di tahun 2008.

Terhitung sejak 2009 hingga 2011, Kemal juga ditugaskan dalam beberapa penugasan militer gabungan luar negeri, ketika dirinya tengah menduduki jabatan sebagai PABANDYA-3/LATMA GAB SOPSAD.

Kemal kembali mendapat promosi pangkat menjadi Kolonel TNI AD, dengan menjabat sebagai ASOPS KASDAM XVII/Cendrawasih pada 2011 dan ditahun yang sama pula Ia turut tergabung dalam OPS Tameng Panah, OPS Simpul Panah dan OPS Pagar Panah.  

Dalam perjalanan kariernya, jabatan sebagai pengajar pun juga pernah Ia duduki yaitu di tahun 2012 sebagai Dosen Madya SESKOAD dan mengikuti Staff College Exchange Singapura. Disusul dengan jabatan sebagai PATUN KORSIS pada 2013 serta di tahun yang sama, Ia kemudian terpilih mengikuti Pendidikan UN Contingent Commander Course di Bangladesh. Hingga di tahun 2014 Ia dipercaya menjabat sebagai DEPUTY COMMANDER OF SECTOR EAST UNIFIL LEBANON Contingent GARUDA XXIII-H.

Kariernya berlanjut sebagai PABAN V/KERMAMIL SOPSAD sepulangnya dari penugasan Lebanon di tahun 2015 dan kembali mengikuti tugas luar negeri JKLB di Malaysia. Setelah itu, Ia sempat menjabat sebagai PAMEN AHLI PANGDAM XII/TPR Bidang Idiologi.

Tahun 2016 Ia menduduki Jabatan sebagai Wakapuskersin TNI serta mengikuti penugasan luar negeri di Laos pada tahun yang sama Bersama Menteri Pertahanan Indonesia, Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu. Memasuki tahun 2020 Ia mendapat promosi pangkat Brigjen dan dipercaya menempati jabatan Waaslat Kasad Bidang Renlat.

(Editor : Red/wikipedia)

Pos terkait