Kebakaran Kilang Minyak di Balongan Indramayu dan Cilacap Terkesan di Tutupi

  • Whatsapp

Gayabekasi.com ,- Kota Bekasi – Di sela-sela kesibukan Dr .Win Pudji Pamularso S.H.M.H,M.Mar menjawab pertanyaan awak media dengan santai dan mengulas terkait Kebakaran Kilang Minyak Balongan Indramayu dan Cilacap sabtu 26/06/2021

Win Pudji Pamularso di kenal di salah satu pakar maritim dan migas di sebuah Universitas Krisna dwipayana, Kalau kita bicara accident yang terjadi di Balongan ini Industri migas kita yang di kelola oleh PT Pertamina dua kali terjadi kebakaran di kilang Balongan Indramayu dan kilang Cilacap , kelalaian ini sering terjadi kerkaitan kurangnya pengetahuan tentang bahaya kebakaran , kurang berhati-hati dalam operasional peralatan dan tidak di siplin

BACA JUGA :

Menurut pak Dr. win Pudji Pamularso SH MH M.Mar mengatakan apabila karena Sambaran petir maka Pertamina harus membuktikan penyebab dari sumber lain terjadinya kebakaran
Sementara dalam investigasi internal
Pertamina belum di umumkan hingga sekarang.

Kita sudah banyak kejadian contohnya di balikpapan 2018, Kapal lewat turunkan jangkar mau berlabuh, ordernya salah ini antara mereka, antara pilot dengan nahkoda kapalnya, jangkarnya turun ke dasar laut keseret pipa, pipanya naik ke atas, terangnya

Pipa naik ke atas dan patah minyaknya tumpah, tumpahnya kemana-mana kejadian seperti itu, terus sempat bikin kapal terbakar karena minyak yang tumpah itu, tapi yang salah siapa, yang bertanggung jawab siapa, dari kapal itu kan, pihak kapal ini nomer satu, Pertamina sebenarnya menjadi korban, ungkapnya.

Meskipun jadi korban tetap harus ada tanggungjawab, tanggung jawabnya di mana Prosedur Emergensi, ketika terjadi seperti itu bagaimana bisa menutup dengan cepat, mungkin pada gak bisa jelasin, lanjutnya.

Termasuk kapal ini,seharusnya begini, begitu nyangkut pipa jangkarnya itu, ini pake Kitab Undang-Undang Hukum Dangang (KUHD), jelasnya.

Pasal 500 di buku dua, isinya jangkar, rantai jangkar di turunkan nyangkut ini di hitung sebagian dari kapal, termasuk kasus tubrukan kapal juga gitu loh, jelasnya.

Berarti kapal telah menubruk ini, harus di pertanggung jawabkan itu yang pertama, yang ke dua, Nahkodanya harus memiliki sertifikat, dia harus tau berbahaya atau tidak, untuk ini, untuk itu, masuk lagi dua kesalahan, kapal itu harus punya apa, banyak hal nanti, “lanjutnya.

Tumpahan minyak Undang-Undang lingkungan hidup sekarang sifatnya premium premedium yang mengutamakan pidananya,” ujarnya

_______________________________

Penulis : Rosidi

Pos terkait